just a daily story. happy reading!
RSS

Kamis, 04 Februari 2010

This Is What I Called... Diary?

gue gak pernah suka nulis diary.

gak pernah suka. serajin-rajinnya paling cuman sampe sebulan dan setelah itu... bukunya gak pernah gue baca lagi. gue simpen, numpuk, lama-lama bapuk (?)

dan kemaren karena satu rasa kesadaran lalu merasa kamar gue mulai berantakan, gue pun membersihkan kamar. inceran gue yang pertama gue rapiin adalah laci berisi buku-buku. laci satunya udah, tinggal laci-laci yang lain. dan lagi asiknya ngobrak-ngabrik, gue nemuin buku harian gue jaman kelas dua SD pas lagi cupu-cupunya.

gue baca, gue cermati, gue liat-liat, dan yang ada di pikiran gue...

KOK ISINYA GAK PENTING SEMUA YA?

tapi gatau kenapa kalo ada yang liat, langsung gue marah-marahin. pernah waktu itu nyokap gue gak sengaja ngambil diary gue dan ketika mau dibaca, gue langsung teriak dengan jeritan perawan dan ngerengek-ngerengek biar ga dibaca nyokap. padahal isinya gak jauh beda dari...


isi tidak dirubah : "aku bangun jam lima tepat. aku pergi ke kamar mandi. dan aku sarapan. sepulang sekolah aku makan siang. sorenya aku TPA dan buka puasa di masjid. aku makan nasi kuning di malam hari dan menonton tivi yang judulnya lorong waktu ke-3."

"aku bangun pagi dan aku diajak pergi ke galeria dan aku bermain. aku dapat souvenir banyak. aku bersama ibuku ke toko baju. adikku iyel ingin dibelikan mobil-mobilan. sesudah itu aku bertemu ayahku dan aku beli mie ayam. ibuku ke supermarket dan kita pulang. aku memakan semangka. terusnya aku tidur siang. dan waktu bangun, aku mandi dan berangkat tpa dan buka puasa. malamnya aku makan dan minum obat. terusnya tidur."

camet. ini sih sama aja sama buku harian bocah imbisil. dan buku harian yang gue pake saat itu bener-bener lucu. ada dua kotak buat ngisi rencana untuk besok dan pe-er buat besok. namun sayangnya, yang namanya anak bego kolom itu tidak diisi dengan benar. dan kebanyakan isinya hal-hal gak penting seperti...


rencana buat besok : "aku pergi beli pitsa"
pitsa? apaan deh coba. gue baru tau ada makanan namanya pitsa.

yang paling private pun bener-bener camet

"aku dimarahi ibuku. sebenarnya bukan ibuku. ibuku yang sebenarnya adalah yang tidak memarahiku."

komen : mak, maap mak, itu bukan tulisan saya, bukan mak. itu tulisan iyel kali *pura-pura gatau*

dan pas temen gue ada yang baca, muka dia udah kaya nahan pup sambil ngangkat sebelah alis,
"ini yang lu bilang diary?"

Jumat, 22 Januari 2010

Some Photos For Snapshot


orang gila

jumpin' jumpin'


ardi putihnya bikin ngiri :P

piknik!


sigit nyelip

Jumat, 08 Januari 2010

Jazz?

sebenernya ini iseng-iseng aja sih, but i totally adore this :

Banyak anggapan di Indonesia, Jazz itu musik orang kaya atau kelas atas, I totally disagree... Jazz kalo di sejarah lahir dari tangisan budak-budak.

Indonesia menciptakan trend kaya gitu, seperti sekarang dimana musik jazz seolah-olah adalah 'musik gaul', banyak orang mendadak ngejazz, which is good!

At least orang-orang yang tadinya anti sama jazz, wants to check it out, just for the sake of being gaul. Tapi pasti mereka tertarik untuk mencari tau lebih dalam.

Ironis sih jadinya, cuma mau gimana lagi? Mereka yang ngga struggle memperjuangkan Jazz tapi menjadi representatif musik tersebut, bermodalkan porkpie hats & vest.

Sementara musisi jazz dari jaman bokap gw dulu hidup dan kadang meninggal dalam keprihatinan, begitu juga dengan generasi jazz baru, we fight everyday.

Sometimes we have to find out how to go thru the week with only half a million in the pocket, when u got bills to pay, & tummies to fiill.

Sometimes we have to choose, beli senar/stick baru, beli bensin, reparasi kulkas, bayar kontrakan or as simple as what to eat.

But you know what? That's the art of Jazz, art of struggle, how to get over with your sorrows & sadness, and transform it to a simple blues.

The art of smiling thru the bars of "all the things you are", when you don't know how to go home if they don't pay you right after the gig..

Jadi buat gw, musik jazz akan tetap jadi musiknya orang susah, cause you wouldn't have the blues if you got an Alphard waitin for you in the parking lot.

You wouldn't be able to sing "God bless the child" with SOUL when don't have to worry cause you know you got bread served on your table everyday.

Barry Likumahuwa.

Minggu, 03 Januari 2010

Astaghfirullah~

Satu-satu dulu yaaa....

Happy New Year

iyeeee gue udah tau telat. tapi gak terlalu telat kan?

moga-moga di taun 2010 gue menjadi lebih tinggi, lebih gemuk (dikit aja. ga boleh gendut-gendut sama mamah), makin cantik, terkenal, banyak yang nge-fans, oh tunggu... kayaknya salah bacain deh, itu kan isi diary gue, ehem...

yang bener semoga di tahun 2010 nilai gue makin mantap, naik semua, bisa lulus UN, masuk SMU bagus, dan semoga bisa sedikit tidak menyusahkan orang tua.

tadinya gue udah mau nge blog lagi tuh tanggal 19 Des sepulang LDKS. tapi sayangnya, otak gue keburu capeeeek. jadinya gue berfikir untuk mengisi blog besoknya lagi.

besoknya lagi ternyata ada tamu, gak jadi deh. pas natal aja.

natal pergi, ah ga jadi lagi. besok aja habis terima rapot.

capek ah, males. gak jadi lagi. tahun baru aja.

tahun baru, pergiiiii. okeh gak jadi.

TRUS KAPAN JADINYA? ya sekarang ini.

oh ya ngomong-ngomong LDKS....

GUE BENCI LDKS

bukan... bukan... gue bukan peserta. melainkan anggota OSIS yang disuruh untuk mengerjai anak-anak tanpa dosa tersebut. ya... sebenernya sih gue seneng juga, ngerjain anak-anak, bisa sok keren di depan adek kelas dan sok berwibawa dengan menggunakan kata-kata bijak dibawah ini ketika jurit malam...

"Heh, itu barisnya yang rapih!"

"Lama amat sih jalannya. Katanya SBI. Kok lelet sih!"

"Apa lo liat-liat?!"

"Gak usah sok deeeh. Beraninya ngatain kakak kelas, tau apa lo?!"

"Ini lagi, siapa yang nyuruh kaos kaki item? SIAPA YANG NYURUH?"

"Waaaah bagus bener tuh sepatunya. Ngomong-ngomong beli dimana dek?"

"Gelangnya bagus, sayang gak pantes buat lo pake disini."

"Gausah nangis, GA USAH NANGIS!"

"Senga lo, bisa gak jadi OSIS? Jangan cuman ngatain doang lo, Tengil."

dan sebagainya... dan sebagainya...

jadi inilah kejadian yang sudah gue impikan dari dua tahun yang lalu, MUHAHAAHAHAHAHAHAHAH *ketawa setan*

kasian yaa kasian sih sebenernya. gak tega liat anak cowoknya pada nangis, mukanya masih lucu-lucu. kalo yang cewek? ah... itu sih buang aja.

tapi jauh didalam hati saya, saya BENCI LDKS.

alesannya :
1. dikasih makannya telat.
2. banyak cerita-cerita parno (bukan porno) bergentayangan.
3. TAMBAH ITEM!
4. ga bisa tidur
5. semua anak OSIS + pengurus ekskul berangkat naek metromini gara-gara kendaraan-yang-semestinya-di-pake udah gak cukup buat nampung bocah-bocah tengil kelas 7. bahkan katanya pengurus osis ada yang di usir dari kendaraan-yang-semestinya-di-pake sama orang tua murid kelas tujuh.

tapi seneng juga sih, soalnya IMPIANKU UNTUK NAEK METROMINI TERCAPAI! YESS! YIHAA.... *nyalain kembang api*

lha, ini malah cerita LDKS. yaudah udah deh, enyak gue udah tereak-tereak nyuruh gue makan. belum makan dari pagi soalnya.

SEE YOU soon (or maybe later?)